Wednesday, April 18, 2018

Pelajaran Berharga Dari Pak Ogah, Si Tukang Atur Jalan Underground


Pelajaran Berharga Dari Pak Ogah, Si Tukang Atur Jalan Underground
Siapa sih yang tidak tahu dengan seorang yang disebut dengan Pak Ogah? Mungkin kita sering berhubungan dengan mereka, terlebih kalau menggunakan kendaraan bermotor lebi dengan jumlah roda 4 atau lebih. Pak Ogah berbeda lho dengan tukang parkir jalanan. Ya walau kadang merasa agak kesal karena kalau waktu mau nyeberang di jalanan yang sepi, masak ada Pak Ogah, belum lagi menyiapakna uang recehan 2 ribu perak ke mereka. Berbeda lagi kalau dengan tukang parkir, pas mau parkir kendaraan (mobil), si tukang parkir tidak ada dan tidak membantu mencarikan parkir, tapi giliran mau jalan, tiba-tiba ada tukang parkir yang mendatangi, ya jadi otomatis ngasih uang parkir kan ke mereka.

Tapi pembaca yang budiman mungkin belum tahu, bahwa dari mereka itu kita dapat belajar hal-hal yang mungkin baik dan perlu kita contoh lho. Berikut ini beberapa pelajaran berharga yang dapat diambil dari Pak Ogah :

1. Membantu Menyeberangkan Jalan.
Nah ini menurut Admin sangan baik sekali, terlebih waktu melewati jalan yang besar dan sangat ramai, akan sulit sekali untuk berbelok ganti jalur yang tidak ada rambu lalu lintasnya, kadang untuk menyeberang saja juga sangat sulit. Nah kehadiran mereka sangat membantu lho sehingga dapat dengan mudah kendaraan kita menyeberang. Cuma kadang, ada lho waktu menyeberang gak kita kasih uang, mereka marah-marah sambil menggerutu, ya namanya juga kadang kitanya belum siap dengan uang recehan. Tetapi ada juga lho pak ogah yang ikhlas, dikasih uang yang diterima, gak dikasih ya juga tidak apa-apa.

2. Sikap Iklas Membantu.
Mungkin beberapa dari Pak Ogah itu memang berniat membantu kesulitan orang dalam menyeberang. Membantu memudahkan orang untuk menyeberang jalan, ya apalah itu pokoknya niatannya membantu, biarlah nanti Tuhan yang membalas semuanya. Hari ini, saya melihat sendiri, Pak Ogah yang sepintas kelihatan seperti urakan dan preman, hari ini saya melihat mereka menyeberangkan seorang anak sekolah yang masih kecil menyeberang jalan (mungkin masih sekolah dasar). Baik sekali niat Pak Ogah itu. Lalu setelah menyeberangkan jalan anak kecil itu, pak ogah melihat seorang bapak-bapak tua di pinggir jalan.
Apa yang dilakukan Pak Ogah tadi? Dia menanyakan apakah bapak tersebut mau menyeberang atau tidak? Menurut saya perlu untuk diacungi jempol buat Pak Ogah yang mempunyai jiwa besar untuk membantu sesama. Bayangkan jika anak kecil tadi adalah anak kita, dan bapak tadi adalah bapak kita. Semoga mendapat balasan yang lebih baik ya Pak Ogah, teruslah berbuat kebaikan. Salam....

image : brilio.net